Negara Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduknya beragama islam, bahkan tercatat sebagai negara dengan penduduk muslim terbanyak di Dunia. Dalam syariat islam ada beberapa kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap penganutnya, salah satunya ialah melaksanakan ibadah umrah dan haji.

Ibadah umrah dan haji merupakan ibadah yang sangat diimpikan oleh setiap umat islam, hal ini dikarenakan besarnya biaya yang dibutuhkan serta waktu tunggu yang cukup lama terlebih lagi bagi yang menjalankan ibadah haji secara reguler. Adapun waktu tunggunya bervariasi ditiap daerah, ada yang belasan tahun dan bahkan lebih dari 30 tahun

Begitu mulianya ibadah ini tak jarang banyak diantara kaum muslimin yang rela menjual harta kekayaannya seperti tanah, mobil, dan barang berharga lain untuk memenuhi panggilan Allah. Akan tetapi, ditengah susah payahnya calon jamaah umrah dan haji dalam mempersiapkan segala kebutuhan untuk berangkat, ada sebagian oknum penyedia jasa travel umrah dan haji yang tega melakukan penipuan. Akibatnya adalah banyak jamaah yang kehilangan hartanya serta tidak jadi berangkat ke tanah suci.

Seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu, di mana ada Travel umrah dan haji yang tidak memberangkatkan lebih dari 63 ribu jamaah ke tanah suci padahal semua jamaah telah melakukan pembayaran. Kerugian akibat penipuan ini berkisar 900 Miliar Rupiah. Yang lebih parahnya lagi ialah hasil penipuan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi sang pemilik. Adapula Travel Umrah dan Haji yang menipu lebih dari 83 ribu jamaah dengan kerugian total Rp. 1.8 Triliun dan tentu angka ini bukanlah angka yang kecil.

Ada beberapa modus yang dilakukan oleh para pihak Travel tersebut untuk mendapatkan calon jamaah Umrah dan Haji, diantaranya:

1. Menawarkan Paket Promo Dibawah Harga Pasar

Besarnya biaya untuk berangkat umrah dan haji menjadikan banyak jamaah yang mencari alternatif atau bahkan promo untuk mendapatkan harga yang sangat murah. Sebenarnya hal ini boleh-boleh saja apabila travel yang dicari telah terpercaya dan amanah, sebagaimana beberapa Paket Promo Umrah yang ditawarkan oleh PT. Permata Umat.

2. Tidak Ada Jadwal Keberangkatan yang Pasti

Nah, ini yang perlu diperhatikan oleh setiap calon jamaah, yakni memastikan kapan keberangkatan. Jika tidak ada jadwal yang pasti, seperti bulan keberangkatannya maka harus diwaspadai. Sebisa mungkin jangan melakukan pembayaran sebelum jelas kapan akan diberangkatkan, meskipun diiming-imingi berbagai macam hal yang menggiurkan.

3. Modus Pembayaran dengan Cara Mencicil

Jika anda mencari travel umrah yang baru dikenal kemudian mendapatkan tawaran cara pembayaran dengan mencicil maka anda perlu berhati-hati, kecuali jika travelnya sudah terpercaya dan dikenal. Jangan sampai karena alasan kemudahan dalam pembayaran anda menjadi korban penipuan

4. Alasan Visa di Tolak

Seringkali kejadian ketika jamaah sudah sampai di bandara akan tetapi mendapatkan kabar bahwa visanya belum keluar. Akibatnya adalah para jamaah pun batal untuk melaksanakan ibadah ke tanah suci. Maka dari itu, pastikan berkas-berkas anda harus selesai sebelum keberangkatan agar saat hari H nantinya tidak ada kendala yang tidak diinginkan.

5. Pembelian Tiket hanya Untuk Satu Kali Jalan

Terkadang ada travel Umrah yang menawarkan harga yang sangat murah berkisar 10 – 15 juta Rupiah akan tetapi saat sampai di Tanah Suci ternyata para jamaah tidak mendapatkan tiket untuk balik ke tanah air sehingga mereka terlantar di sana. Dampaknya adalah mereka diharuskan menambah biaya lagi untuk dibayarkan ke pihak travel agar bisa balik lagi ke tanah air, dan tentu hal ini akan sangat memberatkan para jamaah.

6. Penggunaan sistem MLM

Ada yang marak terjadi ialah penggunaan sistem MLM yang meminta calon jamaah untuk mencari orang lain untuk diajak berangkat. Skema seperti ini akan sangat merugikan orang yang diajak karena semakin lama akan semakin sulit berangkat karena harus mencari orang untuk diajak. Yang diuntungkan ialah pihak yang mengajak lebih dulu karena memiliki potensi berangkat lebih besar. Namun skema seperti ini dinilai merugikan sehingga dilarang prakteknya oleh Departemen Agama Republik Indonesia dan tidak sesuai fatwa MUI.

Dengan mengetahui modus dan ciri-ciri ini, diharapkan para calon jamaah yang ingin memilih travel umrah dan haji dapat lebih berhati-hati dan teliti agar uang yang telah dikumpulkan sejak lama tidak disalahgunakan oleh pihak travel yang tidak bertanggungjawab